GRAPARI PEMUDA SURABAYA

Training for Frontliner - Self Hypnosis

Bekerja sepanjang waktu, menghabiskan hari-hari untuk melayani pelanggan bisa menjadi hal yang menjemukan bagi siapapun juga, khususnya bagi Customer Service Telkomsel dengan pelanggan yang semakin banyak, dituntut untuk secara konsisten tetap berperilaku profesional sesuai dengan standard yang telah ditetapkan. Namun tidak bisa dipungkiri, CS juga manusia biasa, perasaan bosan dan lelah sudah menjadi bagian dari perjalan karir. Atas dasar inilah Service Management Regional JATIM menyelenggarakan Training dan Refreshment, untuk merecharge kembali, semangat dan spirit yang berkurang karena rutinitas sehari-hari.


Berlokasi di Taman Dayu, Pandaan Pasuruan tepatnya di The Pines selama 2 hari para pendekar Pelayanan Telkomsel di berikan pelatihan dan outbound. Dibagi dalam dua Batch, Batch 1 telah sukses dilaksanakan pada tanggal 17-18 September 2011.


Dalam kesempatan tersebut Ibu Rini W Rahaju, Manager Shop Metro Surabaya memberikan kata sambutan. Customer Service adalah ujung tombak pelayanan Telkomsel, di tangan merekalah Telkomsel menjadi maju dan semakin loyal dengan Telkomsel, paparnya memberikan semangat.


Pada hari 1, Peserta diajak untuk mengetahui kekuatan pikiran bawah sadar kita. Dengan dipandu oleh Bapak Satriadi, seorang Hypno Therapiest dan Motivator yang sudah cukup ternama, ditunjukkan bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan kesempurnaan. Salah satunya adalah kekuatan pikiran bawah sadar, bahwa Otak manusia benar-benar menjadi pengendali seluruh kegiatan syaraf-syaraf manusia, sehingga dengan melatih memberikan instruksi dengan benar kepada pikiran bawah sadar, kita bisa melakukan Self Hypnotis, bahkan juga bisa menghypnotis orang lain jika kita melakukan dengan benar, namun jangan dibayangkan hipnotis ini seperti tayangan Uya Kuya.. tambahnya diiringi tawa peserta.





Pada sessi ke-dua, dihadirkan Bapak Eko Ramaditya Adikara, seorang anak manusia yang ditakdirkan memiliki keterbatasan tidak bisa melihat keindahan dunia, namun dengan tekatnya dia tidak kalah dengan manusia normal lainnya bahkan melebihi. Beliau bisa mengoperasikan Laptop tanpa melihatnya, bahkan saat ini masih aktif sebagai pengasuh rubrik di salah satu media online yang cukup ternama. Kemampuan jurnalistiknya ditunjukkan dalam kesempatan tersebut.


Management Karakter, tema itu yang beliau angkat. Dengan penuh semangat, beliau berbagi pengalaman dan ilmu, dalam keterbatasan manusia bisa melakukan apapun yang diinginkan apalagi manusia yang dianugerahkan kesempurnaan, asalkan ada niat dan kemauan pasti Bisa.


Di Akhir sessi, beliau mengajak peserta untuk bertafakur dan merenung, dalam mata yang terpejam beliau katakan bahwa "dapatkan anda merasakan, bagaimana jika kita hidup dalam kegelapan, tidak bisa melihat warna-warni dunia? dan saat Anda membuka mata, maka Anda bisa melihat terangnya matahari, namun tidak bagi Saya, saya tetap tidak bisa melihat."


Selain itu Beliau juga menularkan kebiasaan untuk menolong atau meringankan beban orang lain dengan niat untuk mencari kebajikan yang menjadikan pahala, sehingga pekerjaan customer service bisa diniatkan untuk membantu orang lain yang bisa bernilai ibadah, karena bantuan Customer service orang bisa berkomunikasi, menjalin silaturohim dengan keluarga, mencapai kesuksesan bisnis. Dalam bekerja jangan hanya diniati mencari penghasilan karena penghasilan bersifat tidak kekal, namun dengan diniati ibadah maka kita bisa bekerja dengan sangat tulus.



Akhir kata, semoga kegiatan ini bisa bermanfaat untuk seluruh pendekar-pendekar pelayanan.

Wassalam.

Note : dokumentasi outbond menyusul di posting berikutnya

0 komentar: