hmmmm.... dudurududu... dudurududu... nulis 'gak ya?!?! nulis 'gak... nulis 'gak... nulis 'gak...
ya udah nulis aja dech, mengingat banyak nya request dan support dari para rekan lain yang menanti tulisan dari saya, meski saya tahu mereka menanti bukan karena ingin memuji tulisan saya, tapi justru lebih kepada bahan hinaan mereka untuk saya. it's ok guys... khan itu prinsip kita "bukan dengan bunga atau coklat kita mencintai, tapi dengan hina dan caci maki kita saling mencintai" ( gambar icon senyum lebar ) <- ini maksud nya apa yan? itu benernya mau aku kasih simbol senyum lebar, tapi koq gak nemu insert simbol ya di sini, next time dech klo ketemu aq kasih.... he3x...
adewwwwww....... belum nemu ide mau nulis apa. mau nulis lirik lagu, takut saingan sama Melly Goeslaw. mau nulis blog bagus-bagus, takut Raditya Dika marah-marah. apalagi harus nulis puisi, wadew jangan dech, bukannya aku gak bisa, takut aja selepas kalian baca langsung muntah saat itu juga di depan komputer. he3x... crunchy... crunchy... (baca: garing )
AHA... otak cerdas ku mulai menemukan ide. Gini, kalo aku baca tulisan sebelumnya khan rata-rata cerita handle pelanggan yang "extra-ordinary", dan berakhir dengan sukses. klo di suruh nulis pelanggan hard complain ya mungkin bukan cuma saya, tapi rata-rata rekan di Pemuda mungkin klo ada raport Mata Kerja ( klo jaman kuliah khan mata kuliah, klo sekarang ya mata kerja) Pelajaran Handle Hard Complain, bisa di pastikan rata-rata dapat nilai A, bahkan A plus mungkin. Akhirnya aku memutuskan berbagi cerita yang menurut aku selama "menjabat" sebagai CS gak bakal aku lupakan. bukan cerita di bentak-bentak customer, atau di tuding-tuding makan uang haram customer (ini yang paling sering, he3x...), atau bahkan di tuding sabotase data. ini adalah cerita.... saat saya.... menangis.... ya benar, menangis, tapi jangan nuduh dulu aku nangis karena takut atau habis di marahi sama pelanggan, tapi aku nangis karena terharu, kasihan, atau bahasa keren nya empati kepada pelanggan.
mulai cerita ya.... mulai serius nich...
ingat sekali hari itu aku duduk di counter CS, pagi hari sekitar pukul 9 pagi, ada seorang Bapak berpakaian lusuh dan kucel masuk dan duduk di counter dalam, Bapak tersebut tidak sendirian tapi ditemani oleh sang Istri dan 2 anak balita yang klo aku tebak mungkin sekitar usia 1 tahun dan 3 tahun, dan keadaan istri dan anak-anak nya juga sama seperti bapak nya, sama-sama kelihatan lusuh dan kucel. klo diperhatikan mereka seperti sedang bepergian, karena masing-masing membawa tas besar layaknya orang bepergian. penampilan mereka yang seperti itu tentunya menarik perhatian ku, setelah tanya security ternyata mereka tersesat dan sudah di handle teman-teman Quick Service namun karena keinginan bapak itu belum bisa di bantu, akhir nya bapak itu "bersikeras" menemui rekan-rekan CS. karena penasaran, akhirnya bapak tadi saya persilahkan duduk di meja saya dan langsung saya layani keperluan nya. singkat cerita setelah beliau bercerita, ternyata bapak tersebut dan keluarga nya tersesat di kota Surabaya, menurut beliau dan di lihat dari logat nya berasal dari Jakarta. jadi ceritanya; beliau sekeluarga berangkat hijrah dari Jakarta ingin mengadu nasib ke Jawa, tujuan beliau adalah kota Malang, dimana sudah ada paman beliau yang sudah terlebih dahulu bekerja sebagai kuli bangunan di Malang. perjalanan dari Jakarta ke Malang di tempuh dengan kereta ekonomi selama 18 jam. setelah perjalanan panjang dan melelahkan selama 18 jam, akhirnya bapak sekeluarga sudah tiba di stasiun kota Malang, namun saat beliau akan menghubungi sang paman, beliau baru tahu ternyata handphone nya telah hilang, entah ketinggalan atau di curi beliau tidak menyadari nya. beliau yang tidak mencatat alamat maupun no handphone maupun contact person dari sang paman atau juga keluarga di Jakarta, akhirnya harus terlunta-lunta di kota Malang sekitar 2 hari, sampai akhirnya beliau dan keluarga nekat pergi ke Surabaya dengan menumpang truk Pertamina.
Sesampainya di Surabaya, beliau dan keluarga di turunkan di stasiun Gubeng, rencana beliau adalah menjadi penumpang gelap kereta api tujuan Jakarta dari stasiun Gubeng, karena menurut beliau di dompet hanya sisa uang 3o ribu rupiah, sementara untuk karcis kereta api kelas ekonomi jurusan Surabaya - Jakarta per orang sekitar 60 ribu. Saat tiba di stasiun Gubeng, tanpa sengaja beliau melihat logo kantor Grapari dan langsung menuju ke sini. tujuan beliau adalah meminta informasi nomor telepon paman beliau, yang untungnya beliau masih ingat waktu terakhir kontak (outgoing call) dengan sang paman . Beliau sudah ambil antrian Quick Service, namun karena terbentur masalah prosedur, sehingga rekan Quick Service tidak dapat memberikan informasi tersebut. Satu hal yang saya kagumi dari Bapak ini adalah beliau tidak menyerah dan melihat kesempatan mungkin ada rekan-rekan lain yang mengerti dan bisa membantu keinginan beliau.
Akhirnya setelah mendengar cerita beliau, jujur secara pribadi ada rasa prihatin dengan kondisi Bapak sekeluarga, apalagi saya (dan rekan-rekan lain) melihat sang anak, masih balita, lusuh, kotor, letih, bahkan mungkin karena capek nya terlunta-lunta selama 3 hari sang anak akhirnya tertidur di sofa ruang pelayanan. bisa bayangin gak?. akhirnya saya berdiskusi dan memang saya tahu dan mengerti memberikan data outgoing call prepaid adalah menyalahi prosedur, namun entah kenapa dalam hati ada dorongan ingin membantu Bapak ini, akhir nya setelah diskusi sana sini dan hasilnya adalah sama, tidak dapat dibantu permintaan bapak ini, akhirnya saya diam dan entah gak tau kenapa tiba-tiba bayangan bahwa Bapak dan sekeluarga akan tetap terlunta-lunta di Surabaya jika kita tidak menolongnya, secara tiba-tiba muncul di pikiran saya, apalagi membayagkan kedua balita nya yang harus ikut terlunta-lunta karena informasi yang tidak dapat kita berikan. dan akhirnya dengan segala emosi dan keyakinan berani di "SP" karena menyalahi aturan, sebuah kalimat langsung meluncur dari mulut saya "OK, kalau memang kita tidak bisa bantu sebagai Customer Service, bisa gak kita bantu sebagai sesama manusia" dan saat itu juga tanpa malu-malu saya mengakui bahwa saya menangis di ruang TL, rekan-rekan lain dan para TL yang saat itu sedang berada di ruang TL tiba-tiba hening dan diam melihat saya menangis dan mendengar kata-kata saya. Sampai akhirnya TL memberanikan diri untuk meminta data resmi kepada Back Office, dan syukur nya ternyata saya berhasil mendapatkan nya. Ada perasaan lega dan bangga saat data nomor tersebut sampai di tangan saya, saat saya langsung mencoba test call dan terdengar bunyi NSP (keadaan saya loud speaker) sang Bapak mulai mengingat NSP yang di gunakan oleh sang paman.
Senang sekali rasanya bisa membantu orang lain, apalagi keadaan orang tersebut sangat membutuhkan bantuan kita. Dan ternyata ada lagi yang membuat saya terharu dan bangga terhadap rekan-rekan CS di sini. saat bapak dan keluarga akan meninggalkan Grapari, ternyata rekan-rekan yang lain tanpa sepengetahuan saya telah mengumpulkan sumbangan sejumlah uang hasil sumbangan sukarela rekan-rekan CS di sini. ternyata mereka juga bersimpati dan turut merasa iba melihat keadaan Bapak dan keluarga. Bangga juga ternyata punya rekan seperti mereka. Sudah cakep-cakep, cantik-cantik, baik hati lagi.... tapi sayang nya koq banyak yang jomblo.... he3x... ayo mari dipilih-pilih...
hoam... ngantuk nich... segitu aja ya share nya. ngantuk nich, jam 1 pagi di suruh posting blog, untung aku multi talenta di suruh ngapain aja mau, he3x... kurang lebihnya mohon maaph, kalo jelek ya harap maklum, klo suka, jangan cuman di "like" donk, transfer pulsa ke nomor ku, seorang 5 ribu perak. he3x... kidding bro...
Self Service Telkomsel
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.

9 komentar:
Spechless.....
N Just standing applause....
Saya benar2 menjadi saksi atas kisah ini ....
Dibalik ryan yg pembawaanya tegas dan serius di depan customer , tapi kali ini dia menangis di depan kami (TL)
Thanks to
Chairiza yg udah memberikan susu kotaknya buat anaknya
Jufriah yg lari kesana kemari cuma buat mengalang dana :)
Mas satria atas data cdr nya ....
WE SERVE not with CARE , but with HEART :)
Luar biasa Rekan-rekan...
Very Nice Story... suer, air mata tdk bisa kutahan, menitik saat membaca ini.. benar2 saya membayangkan kejadian saat itu, dan bagaimana perasaan mas Ryan saat memutuskannya.
Sungguh Saya turut Bangga "Serve with Heart" ungkapan ini sangat benar dan paling tepat dalam crita ini
Benar-benar merasakan bagaimana bahagianya dan sangat berterimakasihnya si Bapak ini dengan Mas Ryan.. o my God, Engkau benar-benar memberikan Anugerah Kasih sayang kepada Rekan-rekan CS Pemuda..
Seandainya, Pelanggan ini adalah orang yang mampu.. Aku yakin dia akan menulisnya dalam Surat Pembaca...
Thanks Ryan, ceritamu benar2 mengetuk hati dan meluluhlantahkan keegoan dan kesombongan, saat kita hanya berpikir Prosedur..
Kau berhasil menerobos tembok-tembok itu pada moment yang memang tepat..
sekali lagi, Very Nice Story..
Sukses yaa...
ah.... gak gitu juga kali Pak... he3x...
sebenarnya saya juga heran Pak kenapa koq tiba-tiba saya bisa "seberani itu" melanggar prosedur demi si Bapak ini, akhirnya saya tahu, mungkin ini akibat tidak langsung dari keseringan nonton Jika Aku Menjadi di Trans TV (mungkin ada crew Trans TV yang baca tulisan ini, please... pick me as your talent. he3x...), atau anggap saja tiba-tiba ada Dewi Kwan Im lewat trus tiba-tiba merasuki saya khan bisa saja Pak, he3x... (meskipun sebenarnya saya juga heran Pak, padahal khan banyak dewa-dewa di langit, Kaisar Perang, Panglima Langit, kenapa harus Dewi Kwan Im ya yang merasuki saya?!?!?)
gak tau dech males mikir, khan ini hari libur, gak boleh mikir berat. he3x...
oh ya, bener, aku mau makasih untuk Icha atas susu kotak nya, trus Jupe buat dana sumbangan nya, mas Satria juga data CDR nya, trus Randy juga yang sudah membantu meminta kan data ke mas Satria, semoga apa yang kita lakukan gak sia-sia dan bermanfaat untuk kita di akhirat nanti (adew... ngeri banget sich pake bawa-bawa akhirat segala, he3x)
remember that moment again..
hari itu aku masuk dan secara langsung mengetahui kejadiannya..
nilai 110 buat MR.Sinetron dan 5 jempol buat anda.. (yg 1 jempol ikut siapa hayooo...)
@ Nanda..
Jempolnya buat Jupe.. qqq
@ Ryan.. ntar tak bilangin ke kakaknya Nanda, biar disamperi crew trans tv..kwkwkwkwk (nanda bisa di copy)
hiks3X...
tidak bisa banyak berkata lagi
hanya berharap agar semangat melayani dengan sepenuh hati ini terbawa selamanya baik dalam diri org yg melakukan maupun teman2 yg menyaksikan. may the spirit carries on
jadi inget cuplikan lagunya dream theater ~ the spirit carries on
Where did we come from?
Why are we here?
Where do we go when we die?
What lies beyond
And what lay before?
Is anything certain in life?
They say, "Life is too short"
"The here and the now"
And "You're only given one shot"
But could there be more,
Have I lived before,
Or could this be all that we've got?
If I die tomorrow
I'd be all right
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on
mr. makmun..
ditunggu suara karaokenya
tdk cuma cuplikan syair..
pizz
sayaaaaa terharuuuuu... oouhh Ryaann..
knapa dr shop lain saat itu tdk dikabari juga. pasti teman teman yg lain bersedia dgn iklas turut membantu..( saya masih di Budar ya kayaknya )
Posting Komentar